Rabu, 03 April 2013

PROSES PENGUMPULAN DATA



Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada.

Contoh data primer adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel, atau juga data hasil wawancara peneliti dengan nara sumber.

Contoh data sekunder misalnya catatan atau dokumentasi perusahaan berupa absensi, gaji, laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah, data yang diperoleh dari majalah, dan lain sebagainya.

Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap petanyaan penelitian. Jawaban itu masih perlu diuji secara empiris, dan untuk maksud inilah dibutuhkan pengumpulan data. Data yang dikumpulkan ditentukan oleh variabel-variabel yang ada dalam hipotesis. Data itu dikumpulkan oleh sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Sampel tersebut terdiri atas sekumpulan unit analisis sebagai sasaran penelitian.

Variabel-variabel yang diteliti terdapat pada unit analisis yang bersangkutan dalam sampel penelitian. Data yang dikumpulkan dari setiap variabel ditentukan oleh definisi operasional variabel yang bersangkutan. Definisi operasional itu menunjuk pada dua hal yang penting dalam hubungannya dengan pengumpulan data, yaitu indikator empiris dan pengukuran.

Indikator empiris menunjuk pada yang diamati dari variabel yang bersangkutan, dan pengukuran menunjuk pada kualitas yang diamati. Sehubungan dengan masalah pengukuran ini, harus disadari bahwa kita menghadapi obyek yang berbeda-beda yang mengakibatkan adanya variasi dalam pengukuran. Prof. Dr. Sutrisno Hadi, M.A. menyebutkan 5 variasi pada pengukuran, yaitu:

1. perbedaan yang terdapat dalam obyek-obyek yang dukur,
2. perbedaan situasi pada saat pengukuran dilakukan,
3. perbedaan alat pengukuran yang digunakan,
4. perbedaan penyelenggeraan atau administrasinya,
5. perbedaan pembacaan dan atau penilaian hasil pengukurannya.

Faktor-faktor tersebut perlu diperhatikan dalam melakukan pengumpulan data. Masalah validitas reliabilitas merupakan faktor yang perlu diperhatikan dalam masalah pengukuran ini. Alat ukur dikatakan valid apabila alat itu mengukur yang diukurnya dengan teliti. Proses pengumpulan data itu sendiri menurut Nan Lin pada umunya terdiri atas 8 tahap, sebagai berikut:

1. Tinjauan literatur dan konsultasi dengan ahli

Pengumpulan data biasanya diawali dengan mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan masalah penelitian. Informasi-informasi tersebut dapat diperoleh melalui peninjau literatur yang relevan dan konsultasi dengan para ahli. Melalui usaha-usaha ini peneliti berusaha memahami benar-benar isu penelitian, konsep, dan variable-variabel yang dipergunakan oleh peneliti lain dalam mempelajari hal yang serupa di masa lalu, dan hipotesis-hopotesis yang pernah diteliti pada waktu lalu. Perlu juga dipahami ciri-ciri orang yang menjadi responden kita dalam penelitian.

2. Mempelajari dan melakukan pendekatan terhadap kelompok masyarakat di mana data akan dikumpulkan.

Maksudnya supaya peneliti yang bersangkutan dapat diterima di dalam kelompok masyarakat itu dan memahami berbagai kebiasaan yang berlaku di dalamnya. Untuk itu perlu dikaitkan pendekatan terhadap tokoh-tokoh yang bersangkutan.

3. Membina dan memanfaatkan hubungan yang baik dengan responden dan lingkungannya.

Untuk maksud tersebut peneliti perlu mempelajari kebiasaan-kebiasaan respondennya termasuk cara mereka berpikir, cara mereka melakukan sesuatu, bahasa yang dipergunakan, waktu luang mereka, dan sebagainya.

4. Uji coba atau pilot study

Pengumpulan data didahului dengan uji coba instrumen penelitian pada sekelompok masyarakat yang merupakan bagian dari populasi yang bukan sample. Maksudnya untuk mengetahui apakah instrument tersebut cukup handal atau tidak, komunikatif, dapat dipahami, dan sebagainya.

5. Merumuskan dan menuyusun pertanyaan

Setelah hasil uji coba itu dipelajari, disusunlah instrumen penelitian dalam bentuknya yang terakhir berupa pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan tujuan penelitian. Pertanyaan itu harus dirumuskan sedemikian rupa sehingga ia mengandung makna yang signifikan dan substansif.

6. Mencatat dan memberi kode (recording and coding)

Melalui instrumen penelitian yang telah dipersiapkan, dilakukan pencatatan terhadap data yang dibutuhkan dari setiap responden. Informasi-informasi yang diperoleh dari pencatatan ini diberi kode guna memudahkan proses analisis.

7. Cross checking, validitas, dan reliabilitas

Tahap ini terdiri atas cross checking terhadap data yang masih diragukan kebenarannya, serta memeriksa validitas dan reliabilitasnya.

8. Pengorganisasian dan kode ulang data yang telah terkumpul supaya dapat dianalisis.

 

Sumber:
http://teorionline.wordpress.com/service/metode-pengumpulan-data/
http://dinulislamjamilah.wordpress.com/2010/04/12/metode-pengumpulan-data

Minggu, 31 Maret 2013

Pertemuan Ke- II Komputerisasi Lembaga Keuangan Perbankan

Assets
Liabilities

          -  KAS
     - Rekening koran pada bank Indonesia

Deposit
     -  Saving deposit (tabungan)
     - Time deposit (deposito)
     -   Demand (giro)

Loan (Kredit)


Securitas
Securitas
Obligasi
Other Asset
Capital
     -    Setoran modal
     -Stock / saham                              Deviden
     - Tambahan modal (laba ditahan)
  Retimed earning


i2 – i1 = interent spread
-          Lembaga yang wajib menjaga likuiditas yaitu Bank.
-          Lembaga yang wajib menjaga solvabilitas yaitu Asuransi.

Loan to Deposit Ratio ( LDR )
LDR adalah rasio keuangan perusahaan perbankan yang berhubungan dengan aspek likuiditas. LDR adalah suatu pengukuran tradisional yang menunjukkan deposito berjangka, giro, tabungan, dan lain-lain yang digunakan dalam memenuhi permohonan pinjaman (loan requests) nasabahnya. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas.

RUMUS LDR = Jumlah kredit yang diberikan x 100%
Total dana Pihak Ketiga + Modal Inti

fungsi :
- Setiap bank yang likuiditas wajib minimal 8% disimpan di BI, jika kurang dari 8% maka bisa disimpulkan bahwa bank tersebut likuid dan tidak boleh beroperasi.
- Transaksi kliring : proses tukar menukar surat nota giro atau surat nota yang lainnya pada suatu tempat (Bank Indonesia) miniml 8% yang dinamakan dengan legal reserve requitment.

 Contoh transaksi kliring :
Ali menabung di bank SITI (jakarta), dan atun menabung di bank RBI (jakarta). suatu ketika si ali ingin memberikan uang sebesar Rp. 10.000.000 kepada atun untuk membeli kerupuk. tetapi karena mereka berbeda bank, maka harus melalui jalur kliring. dimana ali dengan menggunaka bank SITI mengeluarkan nota kredit pada BI, dan dikirim dari BI ke bank RBI, lalu RBI mengeluarkan nota debit kepada BI lalu dikirim kembali ke bank SITI sebagai bukti bahwa uang tersebut sudah sampai pada bank RBI.

keterangan :
- Kliring dilakukan apabila bank-nya berbeda dalam proses transaksi.
- Transfer dilakukan apabila bank-nya sama dalam proses transaksi.

Cara pengambilan :
* Tabungan :
-tunai
-pemindah bukuan (pinbuk)
-ATM
* Giro :
-cek (atas unjuk)
-bilyet giro (atas nama)
* Deposit :
-tidak bisa diambil langsung, harus pinbuk terlebih dahulu dan ini secara periodik

Contoh transaksi kliring antar kota :
bank A di jakarta mempunyai cabang bank A di solo, dan bank C (jakarta) mempunyai cabang bank C (cabang solo). suatu ketika bank A dengan bank C ingin melakukan transaksi. maka bank A (jakarta) mentransfer uang ke bank A (cabang solo), kemudian bank A(cabang solo) melakukan kliring pada bank C (cabang solo).

Aktiva
Passiva
+ Debit
+ Kredit
-Kredit
-Debit

Kamis, 28 Maret 2013

Contoh Berita Yang Mengandung Unsur 5W + 1H

Lima Penderita Leptopirosis Meninggal Dunia

JAKARTA -- Jumlah penderita leptopirosis (kencing tikus) yang meninggal hingga Kamis (22/2) pagi mencapai lima orang. Meskipun banjir mulai menurun, penyakit ini harus tetap diwaspadai. Pasalnya, penyakit yang disebabkan bakteri Leptospira ini masih dalam kondisi masa inkubasi.
''Pasien yang meninggal akibat penyakit kencing tikus bertambah menjadi lima orang, padahal sehari sebelumnya masih tercatat tiga orang yang meninggal,'' kata Kepala Pusat Pengendalian Krisis (PPK) Departemen Kesehatan (Depkes), dr. Rustam S Pakaya. Menurut Rustam, tiga korban meninggal itu sebelumnya dirawat di RSUD Tarakan, satu korban di RS Sulianti Saroso, dan satu lainnya di RSUD Tangerang. Sementara, pasien suspect leptospirosis, mencapai 135 kasus.

Data terakhir yang diperoleh, kata Rustam, penderita lepstopirosis ada 119 orang dan suspect sebanyak 33 kasus. Pasien tersebar di sejumlah rumah sakit, di antaranya di RSUD Tarakan (36 pasien), RSUD Cengkareng (sembilan orang) RSUD Tangerang (13 orang), RS Persahabatan (tujuh orang), RSUD Budhi Asih (enam orang), Rumah Sakit Infeksi Paru Sulianti Saroso (RSPI-SS) dua orang, RS Sumber Waras (lima orang), RS Fatmawati (tujuh orang), dan RS Gading Pluit (satu orang).

Sementara, penderita yang telah pulang dan sembuh 20 orang, yaitu di RSUD Cengkareng (dua orang), RSUD Tarakan (10 orang), RSUD Tangerang (enam orang), RSPI SS (satu orang), dan RS Gading Pluit (satu orang). Rustam menjelaskan, hingga Rabu malam, data pasien pascabanjir masih dirawat di 32 rumah sakit (RS) di DKI Jakarta, Banten, dan Jabar sebanyak 1.456 pasien. Jumlah tersebut termasuk pasien demam berdarah dengue (DBD), yakni yang dirawat sebanyak 378 orang dan meninggal 13 orang.
Sementara untuk untuk pasien GEA (gastro, muntah, enteritis, berak encer,acuta), yang dirawat 712 orang, dan meninggal 20 orang. Untuk kasus tetanus dua orang, dan sisanya patah tulang, ISPA, dan lainnya, Menurut Rustam, kecepatan penananganan pasien-pasien pascabanjir termasuk penanganan kencing tikus, sudah ada standar operasionalnya (SOP). ''Karenanya, semua sudah kami serahkan kepada dokter di RS setempat,'' ujarnya.

Pada peristiwa banjir tahun 2002 silam, tercatat ada 113 pasien leptospirosisdi Jakarta, 20 di antaranya meninggal. Pada saat itu banyak kasus liver yang diakibatkan penyakit atau kencing tikus ini. Menurut Rustam, penyakit ganas ini dipicu bakteri Leptospira yang ada pada ginjal tikus. Saat si tikus kencing,air seninya bercampur air bah yang mengalir ke segala penjuru kota. Koloni bakteri pun bebas merdeka memasuki tubuh manusia, terutama melalui kulit
yang tergores. Biasanya, penderita akan mual, muntah, demam, diikuti pembengkakan limfa yang mematikan.

Untuk pencegahan, kata Rustam, masyarakat di daerah banjir harusmenggunakan sepatu boot. Selain itu, masyarakat harus menjaga kondisi tubuh karena korban banjir pasti staminanya menurun.
Kondisi di tempat banjir pastilah bercampur dengan sampah sehingga masyarakat yang membersihkan sampah harus berhati-hati. Bagi warga yang menemukan gejala leptospirosis seperti panas dan mata merah segera dibawa ke RS atau ke dokter setempat.

Sementara itu, Sekjen Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Dr. Ari Fahrial Syam mengatakan bahwa pasien yang masuk rumah sakit karena leptospirosis meningkat. Untuk itu, warga harus terus menjaga kesehatan dan jika terjadi gejala leptospirosis harus segera dibawa ke RS.


Sumber:
Republika, Jumat, 23 Februari 2007 dengan pengubahan
http://shazabrina.blogspot.com/2011/04/menulis-teks-berita-secara-singkat.html

Selasa, 12 Maret 2013

Materi Minggu I Kom. Lembaga Keuangan Perbankan


          Uang adalah sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima dalam pembayaran dan pembelian barang dan jasa, serta pembayaran hutang dengan kepastian dan tanpa penundaan. Uang berfungsi sebagai alat tukar, satuan hitung, kekayaan dan kemakmuran.

Ada beberapa istilah dalam peredaran uang, yaitu diantaranya :
·         Bank                      : merupakan badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
·         Giro                       : yaitu simpanan yang dapat ditarik setiap saat dengan menggunakan cek/bilyet giro
·         Tabungan            : yaitu simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu.
·         Pasar Modal       :  merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya.
·         Saham                  : yaitu tanda penyertaan atas kepemilikan seseorang pada perusahan penerbit saham yang bersangkutan.
·         Deviden               : yaitu pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki.
·         Capital gain         : yaitu kenaikan harga saham/selisih antara pembelian dengan penjualan dimasa yang akan datang. Contoh : misal harga saham pada pukul 09.30 sebesar Rp. 1000/lembar dan kemudian pada pukul 11.00 naik menjadi Rp.1500/lembar, maka capital gain pada saat itu sebesar Rp.500/lembar.
·         Obligasi                                : adalah surat hutang jangka menengah-panjang yang dapat dipindah tangankan dan berisi janji dari pihak yang menerbitkan utuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok hutang pada waktu yang ditentukan pada pembeli obligasi tersebut.
·         Hutang                 : yaitu pengorbanan manfaat ekonomi masa mendatang yg timbul karena kewajiban sekarang suatu entitas untuk menyerahkan aktiva atau memberikan jasa kepada entitas lain di masa mendatang sebagai akibat transaksi masa lalu.
·         Diskonto              : yaitu Jumlah selisih kurang antara nilai kini kewajiban (present value) dengan nilai jatuh tempo kewajiban (maturity value) karena tingkat bunga nominal lebih rendah dari tingkat bunga efektif.

Selasa, 22 Januari 2013

Wahai Lelaki Mengertilah Hati Wanita


Andainya lelaki tahu, dalam hati seorang perempuan,
Ada naluri untuk di sayangi,
Ada rasa untuk di beri perhatian,
Ada rasa untuk di dengari keluh kesahnya,
Ada waktu-waktu minta di temani kesedihannya.

Andainya lelaki tahu rajuk seorang perempuan minta di pujuk,
Marah seorang perempuan perlu di dekati,
Sedih seorang perempuan perlu di dengari,
Gembira seorang perempuan ingin di kongsi.

Andai lelaki tahu di sebalik seribu satu rasa itu,
Ada sekeping hati nan lembut,
Bukan untuk di manjai,
Bukan jua untuk di tatang bagai minyak yang penuh,
Hanya perlu sedikit perhatian,
Agar rasa kasih itu wujud walau di saat jauh.

Karena andai lelaki tahu hati ini akan sentiasa bertanya
Pada diri seorang perempuan,
Wujudkah cinta itu di hati lelaki,
Bila saat jauh tanpa kabar.

Sayangilah seseorang itu atas dasar siapa dirinya sekarang,
Bukan atas dasar siapa dirinya sebelum ini,
Cintailah seseorang itu kerana hatinya,
Bukan paras rupa semata-mata.


sumber:
http://www.facebook.com/pages/CINTA-AYAH-IBU/355817156837?fref=ts

Rabu, 16 Januari 2013

Terkesan Dengan Kisah Cinta Habibie & Ainun


Kisah yang sangat indah, kisah dimana 2 (dua) sepasang anak manusia yang telah dipertemukan di muka bumi ini. Memaknai arti hidup, perjuangan, kerja keras, dan kesabaran 2 (dua) sosok manusia yang dipertautkan oleh perasaan yang abadi dalam bingkai kebersamaan.

Dalam buku Habibie&Ainun, mantan Presiden RI Bacharuddin Jusuf Habibie mengisahkan awal pertemuan dengan istrinya, almarhumah Hasri Ainun Habibie. Sepulang studi di Jerman Barat selama tujuh tahun, Habibie memberanikan diri mendekati Ainun yang mantan adik kelasnya di SMA-Kristen, Bandung.
Dalam pertemuan itu Habibie tak menyangka Ainun telah menjadi dokter berparas cantik. Padahal, saat sama-sama masih duduk di bangku SMA, Habibie kerap mengolok Ainun yang gemuk dan hitam.

"Saya tak menyangka bertemu dengan Ainun, reaksi spontan saya, 'Ainun kamu cantik, dari gula jawa menjadi gula pasir!" tutur Habibie dalam buku karangannya itu.
Diakui lulusan teknik mesin, Institut Teknologi Bandung ini, ejekan demi ejekan yang dilontarkannya kepada Ainun pada masa itu karena guru-guru di SMA mereka seringkali menjodohkan keduanya. Ainun dikenal sebagai siswi yang pintar ilmu pasti, begitu pula dengan Habibie.

"Yang menyinggung perasaan saya adalah terlalu sering diucapkan oleh guru di dalam kelas Ainun dan kelas saya bahwa saya dan Ainun pantas kelak menjadi suami isteri, sehingga keturunan kami menjadi pintar-pintar. Reaksi kami malu dan kawan-kawan saya sering membuat komentar tambahan yang menyinggung perasaan," ucapnya.
Kala itu, malam takbiran, Rabu, 7 Maret 1962, pertemuan pertama setelah tujuh tahun lamanya ternyata menjadi kenangan manis sepanjang masa bagi Habibie. Mata Habibie terpaku pada sosok Ainun yang telah berubah drastis menjadi sosok wanita ayu dan terpelajar.

Habibie tak pernah gentar walaupun kawan-kawannya selalu mengejek ketidakpantasannya bersanding dengan Ainun. Dikatakan kawan-kawannya saat itu, Habibie tak akan mampu bersaing dengan lelaki yang sudah lebih dulu mengincar Ainun, seorang anak dari tokoh terkemuka, berpendidikan lebih tinggi, tampan dan berada.
"Jikalau memang Ainun ditakdirkan untuk saya dan saya untuk Ainun, maka Insya allah Ainun akan menjadi isteri saya dan saya menjadi suami Ainun," tegasnya.
Maka, saat Hari Raya Idul Fitri, Habibie mengunjungi rumah Ainun bersama keluarganya. Pada hari itu pula, dia menyatakan perasaannya pada Ainun saat berjalan kaki menuju kampus ITB melewati bekas sekolah mereka berdua di Jalan Dago, Bandung.
"Tanpa kami sadari waktu begitu cepat berlalu dan kami berdua berpegangan tangan hingga tiba kembali ke rumah Ainun," kisahnya.

Singkat cerita, akhirnya 2 (dua) anak manusia ini sering bertemu hingga keduanya memberanikan diri untuk maju dan mengikrarkan Cinta suci mereka. Kedua Keluarga Habibie dan Ainun larut dalam suka cita yang begitu dalam, hingga kedua Keluarga tersebut mesti mulai belajar meretas kerinduan dengan melepaskan kedua pasangan ini ke Jerman. Ainun sendiri mesti mengorbankan pekerjaan medis yang selama ini digelutinya di RS UI dan ikut menemani Habibie untuk merajut mimpi dan cita bersama bagi keluarga kecilnya dan untuk Bangsa dan Negaranya kelak. Satu hal yang tak pernah disesali Ainun ketika itu, karena baginya kewajiban istri mengurusi segala keperluan suaminya.

Di awal pertama kehidupan Habibie dan Ainun di Jerman sangat serba berkecukupan, terkadang Habibie mesti lembur hingga larut malam untuk menambah penghasilannya. Ainun pun mulai belajar berhemat dan sesekali membuat baju ganti bagi suami dan dirinya sendiri untuk mengurangi beban hidup. Terkadang pula Habibie mesti berjalan kaki ketimbang naik bus untuk menghemat biaya transportasi, dan itu dilakukannya bukan hanya sekali dua kali, terkadang berjalan di tengah timbunan salju yang menutupi jalan hingga sepatu yang digunakannya kerapkali robek dan diperbaiki oleh Ainun.

Habibie yang sering pulang larut malam dikarenakan mesti lembur untuk mencukupi penghasilan rumah tangganya (terutama untuk biaya asuransi Ainun di Jerman). Hal itu tidaklah membuat Habibie letih dan berkeluh kesah apalagi menyerah akan cobaan yang dihadapinya, ia malah tambah bersemangat ketika Habibie pulang kerumah dan disambut sebuah senyuman oleh Ainun, bagi Habibie sendiri senyuman itulah yang terkadang membuatnya tenang, tegar, dan damai dalam mengahadapi hidup ini. Ditambah lagi Ainun tak pernah sedikitpun merasa curiga terhadap suaminya, karena komunikasi dan kepercayaan memang mereka bangun dari awal serta keterbukaan dalam mengambil sebuah pilihan.

Seiring berjalannya waktu, kehidupan mereka mulai membaik. Habibie dan Ainun dikaruniai 2 (dua) orang putra bernama Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie. Prestasi Habibie mulai diperhitungkan di dunia penerbangan khususnya di Jerman, hingga akhirnya tersiar ke penjuru bumi ini. Banyak negara mulai mengajukan tawaran kerjasama untuk menggunakan ide dan konsepnya, tak terkecuali Indonesia pada saat itu dipimpin oleh Soeharto menginginkan Habibie segera pulang kampung dan memperbaiki negaranya. Melalui Direktur PT. Pertamina DR. Ibnu Sutowo, Habibie diajak untuk kembali dan memberikan sebuah karya bagi Bangsanya. Hingga pada tahun 1974 Habibie kembali dari rantauannya di Jerman, dan menepati janjinya kepada Presiden Soeharto untuk kembali dan berkarya bagi Bangsa dan Negaranya. Pada tahun 1995 Habibie dan para teknokrat muda yang ikut membantu Habibie pada waktu itu berhasil menghadirkan teknologi canggih pesawat terbang di ulang tahun ke-50 HUT Republik Indonesia dengan nama N250-Gatotkaca.

Ditahun 2010, 12 tahun pasca reformasi dan lengsernya Presiden Soeharto kala itu dan digantikan oleh wakilnya yakni Habibie sendiri. Tak lama berselang Habibie pun juga mesti beranjak dari kursi kekuasaannya dan digantikan oleh Gusdur.

Masa-masa kebersamaan Habibie dan Ainun semakin lekat, namun pada akhirnya mesti dipisahkan oleh sebuah ketetapan alam. Hingga akhirnya tepat pada pukul 17.30 waktu Muenchen tanggal 22 Mei 2010, hari itu menandai 48 tahun 10 hari waktu yang telah mereka lalui bersama dengan suka cita bersama. Setelah melewati proses penyembuhan dan operasi yang terus berulang selama tahun 2010, roh Ainun akhirnya dipanggil oleh Sang Pencipta dan berpulang ke Rahmatullah serta meninggalkan jasadnya dipelukan dan kucuran air mata yang tak tertahankan dari pasangan hidupnya. Sang teknokrat itupun merasa kehilangan separuh jiwanya, yang meninggalkan dirinya ke tempat dimensi yang lain. Bagi Habibie cintanya kepada Ainun adalah Manunggal, dipatri oleh cinta yang murni, suci, sempurna dan abadi.


… kami berdua suami-isteri dapat menghayati pikiran dan perasaan
masing-masing tanpa bicara. Malah antara kami berdua terbentuk
komunikasi tanpa bicara, semacam telepati…
… saya bahagia malam-malam hari berdua di kamar: dia sibuk diantara
Kertas-kertasnya yang berserakan di tempat tidur, saya menjahit, membaca
Atau berbuat yang lainnya. Saya terharu melihat ia pun banyak membantu
Tanpa diminta: mencuci piring, mencuci popok bayi yang ada isinya…
(Hasri Ainun Habibie)
… terimakasih Allah, Engkau telah menjadikan Ainun dan Saya
Manunggal Jiwa, Roh, Bathin, dan Hati Nurani kami melekat pada Diri Kami
Sepanjang masa dimanapun Kami berada…
(Doa B.J. Habibie)


Sumber:
http://sosok.kompasiana.com/2012/12/16/belajar-filosofi-cinta-habibie-dan-ainun-516496.html
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/191483-awal-kisah-cinta-abadi-habibie-ainun

Seputar Informasi Film Habibie & Ainun


Habibie dan Ainun bisa jadi merupakan kisah Romeo dan Juliet versi Indonesia. Film yang diangkat dari novel karya mantan Presiden Indonesia ketiga, Bacharudin Jusuf Habibie ini telah memberikan inspirasi soal cinta sejati.
Jika Anda sudah mengenal kisah cinta nan romantis Romeo dan Juliet atau Layla dan Majnun, maka Indonesia kini tidak hanya memiliki dongeng Rama dan Shinta.
Cerita Habibie dan Ainun justru diangkat dari kisah nyata yang diangkat dari buku setebal 323 halaman yang ditulis oleh Habibie, mengenai perjalanan cintanya bersama Alm. Hasri Ainun Besari.
"Berbeda dengan cerita cinta lainnya, cerita ini ditulis oleh Romeonya sendiri," ujar Faozan Rizal, sutradara film Habibie & Ainun.
"Sama seperti di novelnya, film ini juga membuktikan adanya cinta sejati."
Mungkin itulah yang menjadi alasan mengapa film ini kemudian disebut-sebut telah memecahkan rekor dalam sejarah perfilman Indonesia

Habibie & Ainun adalah film drama Indonesia yang dirilis pada tanggal 20 Desember 2012. Film ini dibintangi oleh Reza RahardianBunga Citra Lestari dan Tio Pakusadewo. Pada peluncurannya, film ini disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia ke-6, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi oleh Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta ke-16, Ir. H. Joko Widodo, dan oleh tokoh utama film ini sendiri, Presiden Republik Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie. Film ini diangkat dari memoir yang ditulis Habibie mengenai mendiang istrinya, Hasri Ainun Habibie, dalam buku Habibie dan Ainun.

Sinopsis
Ini adalah kisah tentang apa yang terjadi bila kau menemukan belahan hatimu. Kisah tentang cinta pertama dan cinta terakhir. Kisah tentang Presiden ketiga Indonesia dan ibu negara. Kisah tentang Habibie dan Ainun.
Rudy Habibie seorang jenius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar: berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas yang dengan jalur karir terbuka lebar untuknya.
Pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visi dan mimpi Habibie. Mereka menikah dan terbang ke Jerman.
Punya mimpi tak akan pernah mudah. Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu.
Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas. Kemudian pada satu titik, dua belahan jiwa ini tersadar; Apakah cinta mereka akan bisa terus abadi?

Pemeran
·         Reza Rahardian - Habibie
·         Bunga Citra Lestari - Ainun Habibie
·         Tio Pakusadewo - H. M Soeharto
·         Ratna Riantiarno - R.A. Tuti Marini Puspowardojo (Ibu Habibie)
·         Mike Lucock - Ilham Akbar Habibie
·         Christoffer Nelwan - Ilham Akbar Habibie kecil
·         Vita Mariana
·         Esa Sigit - Habibie muda
·         Marsha Natika - Ainun muda
·         Bayu Oktara - Fanny Habibie

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Habibie_%26_Ainun